Bagian 5: Temukan Kebenaran 2

Bagian 5: Temukan Kebenaran 2 “Ab, tunggu aku!!” “Pelan-pelan saja memutar” "Hei, Surga!! Apa yang kau kenakan?" Semua pandang ke arahku. Aku tersenyum, menurunkan kacamata hitamku. Tameem menenangkan “Kita tidak sedang bermain mata-mata Heaven” “Oww, gaya itu cocok untukmu!!” Daisy memberi dua jempolnya untukku. “Dasar bocah-bocah aneh” Ab bersinar. Setelah sekitar sepuluh menit berjalan mengendap-ngendap kami sampai di pintu belakang gudang, menunduk bersembunyi di balik drum besar. 'Untuk apa drum besar di gudang tekstil?' batinku. “Semuanya ikut Arah ku, aku akan masuk lebih awal, kalian alihkan mode nada dering kalian ke mode getar, jika ku rasa aman akan ku telfon kalian, oke?” Tameem memberi Arah dan berjalan duluan menuju pintu masuk, ia sangat mahir untuk hal-hal seperti ini. Lima belas menit kemudian hape kami bergetar, tanda keadaan aman, kami masuk lewat jalan yang tadi Tameem lewati, mengikuti Arah yang ia kirim via chat. “Ah, ini sangat seru” Aku mendeng...

Istri Penuh Nafsu


Kisah Istri Haus Akan Belaian Pria


( Bab Ke 1 )


Namaku Risca, usiaku 25 tahun, seorang perawat dan istri dengan seorang anak berusia 2 tahun. Aku menikah dengan seorang dokter yang tampan, dan kehidupan keluarga kami awalnya harmonis. Kami berdua cukup agamis, akupun selalu mengenakan jilbab termasuk saat bekerja.


Kami berdua berasal dari kota besar, namun saat ini kami bekerja dan tinggal di kota kecil ini sebagai PNS di Rumah Sakit Umum Daerah.


Awalnya aku tidak nyaman berada di kota kecil ini, karena sering merasa bosan, tidak banyak hal yang bisa dilakukan disini. Setelah anak ku berusia 2 tahun, semakin terasa kebosanan itu, karena peranku sebagai ibu mulai bisa terbantu oleh pengasuh anakku.



 Oleh karena itu, untuk mengusir kebosananku, suamiku memberikanku fasilitas ke spa & salon tiap minggunya disini, ia pun memberikanku kesempatan untuk memilih aktivitas favorit sebagai hobi. Aku pun memilih fitnes di gym sebagai hobiku.


Kebetulan ada sebuah gym besar di hotel mewah di kota ku ini. Saya pun rutin berolahraga di sana 2-3x seminggu. Hobi ku ini cukup untuk mengusir kebosananku. Aku mengikuti 2 jenis kelas disini, kelas zumba yang isinya sesama perempuan, jadi aku bisa bergosip disini.


Dan satu lagi fitness biasa yang isinya campur pria dan wanita, saya memakai personal trainer untuk membantuku berolahraga, karena aku ingin membentuk tubuhku agar semakin indah, terutama bokongku agar semakin seksi.


Selama berolahraga, aku sering melihat para pria memperhatikanku, wajar saja, aku sangat percaya diri dengan parasku, wajahku memang sangat cantik, bahkan untuk ukuran wanita di kota besar, apalagi bagi kota seukuran ini, mungkin sangat langka bagi pria itu melihat wanita secantik diriku.


Aku awalnya berolahraga dengan mengenakan jilbab, kaus longgar dan legging, karena aku belum nyaman menggunakan pakaian olahraga yang ketat, namun ini tidak menghalangi para pria itu untuk menjaga tubuhku.


Awalnya aku tidak nyaman dipandangi oleh mereka terutama karena ketika aku sudah sangat berkeringat, kausku akan basah dan membentuk lekukan tubuh bagian atasku, terutama payudaraku yang memang ukurannya sangat besar dan cukup indah bentuknya.


Selama aku fitnes, banyak pria yang mencoba menggodaku, dengan mengajak ngobrol dan bercanda. Mereka mengajakku berkenalan, menanyakan nomor HP ku. Aku pun menanggapi, karena aku tidak bermaksud macam-macam dariku.


Aku sering menanggapi chat dari mereka, yang biasanya hanya sekedar mengusir kebosanan. Mereka pun mulai berani mengajakku bertemu di luar gym, mengajakku makan malam bersama, baik lewat chat maupun saat bertemu langsung di gym.



Namun, semua itu tidak ada yang aku tanggapi karena walaupun aku tidak memiliki niat macam-macam, aku ingin menjaga perasaan suamiku. Apalagi suamiku terkadang memang mengantar-jemputku ke tempat gym.


Setelah beberapa bulan mengikuti fitnes, saya pun mulai mencoba pakaian gym yang lebih ketat, yang membentuk tubuh indahku. Ini cukup dipengaruhi oleh teman-teman zumbaku yang selalu menggunakan pakaian ketat dan percaya diri dengan tubuh mereka.


Sehingga memberiku kepercayaan diri juga untuk menampilkan bentuk tubuh indahku yang semakin indah sejak berolahraga. Lenganku semakin langsing, begitu pun pinggangku semakin langsing.


Bokongku semakin besar dan berisi sehingga semakin seksi. Hal ini membuat para pria semakin senang memandangiku selama fitnes. Rupanya mereka semakin takjub denganku, perpaduan wajah cantik dan tubuh indahku membuat mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak memasakku.


Beberapa bulan berlalu, aku mendengar berita tidak mengenakkan mengenai suamiku, aku mendengar teman-teman kerjaku bergosip mengenai suamiku yang sedang dekat dengan wanita lain.


Teman-teman zumbaku pun mengatakan hal yang sama, beberapa mengatakan pernah melihat suamiku berdua dengan wanita lain. Aku pun merasa risih, aku berusaha untuk tetap percaya dengan suamiku.


Namun, semakin lama sikap suamiku mulai menunjukkan perubahan dan perilaku mencurigakan. 


Aku pun mengikuti diam-diam. Hingga akhirnya aku memergokinya berdua dengan wanita lain di kamar di rumah wanita itu.


Yang TERNYATA, perempuan itu adalah teman kerjaku sendiri sesama perawat yang merupakan seorang janda. Hatiku hancur mengetahui ini, aku pun meminta cerai kepada suamiku.


Namun, suamiku meminta maaf hingga bersujud padaku, memintaku untuk membatalkan perceraian, dan ia pun berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Melihat hal ini, dan mengingat usia anakku yang masih sangat kecil, aku pun menahan diri dan membatalkan permohonan ceraiku.


Tapi, di dalam lubuh hatiku, masih terdapat rasa kecewa dan sakit hati.


Teman – teman zumbaku banyak yang memanasiku, untuk membalas perbuatannya suamiku dengan cara jalan dengan pria lain. Aku pun awalnya tidak menanggapi mereka.


Namun, para pria semakin berani menggodaku, setelah kejadian suamiku berselingkuh.


Teman-teman kebugaranku semakin agresif untuk mengajakku jalan. Begitu pun pria di rumah sakit tempatku bekerja, mereka yang awalnya menggodaku tidak terang terangan karena segan dengan suamiku, sekarang menjadi lebih berani menggodaku.


Tidak terasa, ini mulai mengubah sikapku, aku mulai berani keluar rumah tanpa mengenakan jilbab – kecuali ke tempatku bekerja yang memang mengharuskanku mengenakan jilbab-.



Termasuk pergi ke tempat fitnes, saya pun sudah tidak mengenakan jilbab, bahkan saya mulai berani mengenakan tank top saat berolahraga. Toh tak ada ruginya menetapkan, tubuhku memang indah, rugi menetapkan bila tidak memajangnya pikirku.


Dari sekian banyak pria yang mendekatiku, ada 2 orang yang paling menarik perhatianku, mas rizki, seorang dokter rekan kerja suamiku dan mas andy pemilik gym tempatku berolahraga, seorang pria keturunan cina yang juga merupakan seorang pemilik toko dan rumah makan besar di kota ku.


Aku mulai menanggapi mereka selain karena penampilan mereka paling menarik dibanding yang lain, mereka juga kaya, namun yang terpenting mereka sopan dan bisa memperlakukan wanita dengan baik.


Akhirnya aku meng-iyakan ajakan makan malam dengan mereka. Mas andy biasanya mengajakku makan malam setelah kami fitnes di restoran mewah di hotel tempat gym ku berada. Kalau mas rizki mengajakku makan di luar kota, mungkin dia takut terlihat orang-orang karena dia sendiri sudah menikah, walaupun istrinya tinggal di kota lain.


Kelamaan mereka semakin terang-terangan mengutarakan niat mereka, mengajakku berkunjung ke rumah mereka dan berkumpul disana. Aku pun masih segan dan menahan diri. Masih ada rasa takut jika suamiku mengetahuinya, walaupun aku ia yakin justru akan malu sendiri, karena aku melakukan ini awalnya karena kesalahannya sendiri.


Tidak lama berselang, tiba-tiba saya mendapat kabar dari suamiku, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah spesialis di ibu kota. Sehingga ia harus tinggal di sana selama melanjutkan sekolah. Anehnya, berita ini mudah sekali menyebar, akibatnya para pria yang mendekatiku semakin agresif, termasuk mas rizki dan mas andy.


Akhirnya suamiku pun berangkat ke ibu kota.


Mas Rizki pun bergerak cepat, seolah tidak sabar menunggu lama, esoknya ia mengajakku bertemu dan utama ke rumahnya.


Aku pun tidak berdaya lagi untuk menolak ajakannya.


Esoknya, setelah dinas pagi, aku pun pulang ke rumah.


Kemudian bersiap untuk bertemu, selain berdandan yang cantik kali ini aku mencoba berpakaian agak seksi untuk menggodanya, dengan mini dress ketat berwarna hitam dengan daerah dada yang terbuka, menunjukkan bagian dadaku yang indah.


Akhirnya kami pun bertemu, ia menjemputku di tempat janjian, dan kami pergi bersama dengan mobilnya. Ia tak henti-hentinya memujiku kecantikanku. 



Dan aku pun memperhatikan ia sering melihat tubuhku, dan tampak ada tonjolan yang mulai membesar di celananya, nampaknya ia bergairah melihatku. Entah kenapa, hal ini membuat senang dan bangga, karena berhasil membuat seorang pria selain suamiku bergairah terhadapku.


Ternyata ia mengajakku ke kota besar yang agak jauh dari kota kami, agak lama akhirnya kami sampai di restoran mewah tempat kami akan makan malam. Akhirnya kami pun makan malam sambil anehnya panjang lebar, aku pun semakin merasa nyaman bersamanya.


Tidak terasa, waktu berlalu, sudah larut malam.


Mas Rizki bilang sudah terlalu malam untuk pulang ke rumah, ia mengajakku bermalam saja di hotel, dan besoknya ia akan mengantarku pulang.


Entah apa yang ada di pikiranku, aku pun menyetujuinya saja.


Akhirnya ia membooking kamar suite disebuah hotel bintang 5 disini.


Sesampainya di kamar, kami berdua duduk bersama di sofa, kami pun berbincang – bincang kembali. Namun kali ini ada yang berbeda, pembicarannya mulai menurus.


“dik, kamu cantik sekali malam ini, aku tidak bisa berhenti memandangimu” katanya


“makasih mas” jawabku


Ia pun mulai merangkul pundakku, aku pun secara refleks mendekat dan menyandarkannya.


Tak lama kemudian, ia pun mulai mengecup pipiku. “aku jadi benar-benar ingin memiliki kamu dik”


Aku pun hanya tersenyum. Seolah merasa mendapat lampu hijau, ia pun mulai mengecup bibirku, aku pun membalas kecupannya.


Kami pun mulai bercumbu dengan panas, saling memainkan lidah. Tangannya mulai bergerilya, menyentuh tubuhku, mulai dari paha, perut hingga ke payudaraku. Aku pun menjadi semakin bergairah.


Ia mulai meremas payudara ku. “aaah” refleksku mulai mendesah merasakan kenikmatan.


Bersambung

Popular posts from this blog

Bokong Besar Mamaku Yang Menyejukan Jiwa ( Chapter 12 End )

Tetangga Kontrakan STW

Lendir Pesantren ( Part 3 )