Bagian 5: Temukan Kebenaran 2

Bagian 5: Temukan Kebenaran 2 “Ab, tunggu aku!!” “Pelan-pelan saja memutar” "Hei, Surga!! Apa yang kau kenakan?" Semua pandang ke arahku. Aku tersenyum, menurunkan kacamata hitamku. Tameem menenangkan “Kita tidak sedang bermain mata-mata Heaven” “Oww, gaya itu cocok untukmu!!” Daisy memberi dua jempolnya untukku. “Dasar bocah-bocah aneh” Ab bersinar. Setelah sekitar sepuluh menit berjalan mengendap-ngendap kami sampai di pintu belakang gudang, menunduk bersembunyi di balik drum besar. 'Untuk apa drum besar di gudang tekstil?' batinku. “Semuanya ikut Arah ku, aku akan masuk lebih awal, kalian alihkan mode nada dering kalian ke mode getar, jika ku rasa aman akan ku telfon kalian, oke?” Tameem memberi Arah dan berjalan duluan menuju pintu masuk, ia sangat mahir untuk hal-hal seperti ini. Lima belas menit kemudian hape kami bergetar, tanda keadaan aman, kami masuk lewat jalan yang tadi Tameem lewati, mengikuti Arah yang ia kirim via chat. “Ah, ini sangat seru” Aku mendeng...

Mamaku Jadi Budak Seks Pak RT

Mamaku Jadi Budak Seks Pak RT

( Episode 1 ) 


Perkenalkan nama Gw Dirga, 20 th, perawakan sedang dengan tubuh cukup bagus karena rajin nge gym, kuliah di kampus ternama di Jakarta.

Papa - Bagus, 43 th, perawakan kurus dan bekerja di Instansi pemerintah dengan jabatan cukup berpengaruh dan karena hasil kerja keras papa kami punya rumah cukup besar dan punya beberapa kendaraan. Sebagai gambaran rumahku memiliki 2 lantai dan masing-masing lantai ada 2 kamar dan 2 kamar mandi. 

Mama - Wida, 40 th, Ibu rumah tangga, memiliki wajah yang sangat cantik seperti model, langsing dan diberkahi dengan bongkahan pantat yang besar dan dada yg menonjol. Sebenarnya saya adalah anak kedua karena dulu mama pernah hamil anak perempuan tapi ketika kakak saya berusia 1 tahun dia meninggal karena sakit. Mama waktu itu sangat sedih sampai depresi untungnya papa selalu perhatian dan sayang sama mama jadi berangsur angsur mama cepat pulih dan akhirnya bisa hamil lagi yaitu saya. Nah karena itu Mama sayang banget sama saya apapun yang saya minta selalu dipenuhi.

Mama: Dirgaa..... Bangun, cepetan... Nanti kamu telat loh" teriak Mama, di pagi ini

Gw: iya mah,... Udah bangun ko

Mama: cepetan turun, sarapan nih mama udah buatin makanan kesukaan kamu


Akhirnya aku turun sebenernya malas sih mau ke kampus hari ini tapi daripada nanti di marahin Papa ya sudah deh terpaksa ke kampus.

Waktu menunjukkan pukul 7.10, saya sudah turun dan makan di meja makan bareng papa sama mama.

Mama: Dirga, hari ini kamu pulang jam berapa?

Gw: Biasalah mah, paling jam 7 atau 8 malam deh 

Padahal hari ini cuma 1 mata kuliah tapi seperti biasa paling aku setor sperma ke pacarku dulu si Tia atau ngumpul-ngumpul bareng dengan temanku si Tom.


( Bersambung ) 


****************


Popular posts from this blog

Bokong Besar Mamaku Yang Menyejukan Jiwa ( Chapter 12 End )

Tetangga Kontrakan STW

Lendir Pesantren ( Part 3 )