Bagian 5: Temukan Kebenaran 2

Bagian 5: Temukan Kebenaran 2 “Ab, tunggu aku!!” “Pelan-pelan saja memutar” "Hei, Surga!! Apa yang kau kenakan?" Semua pandang ke arahku. Aku tersenyum, menurunkan kacamata hitamku. Tameem menenangkan “Kita tidak sedang bermain mata-mata Heaven” “Oww, gaya itu cocok untukmu!!” Daisy memberi dua jempolnya untukku. “Dasar bocah-bocah aneh” Ab bersinar. Setelah sekitar sepuluh menit berjalan mengendap-ngendap kami sampai di pintu belakang gudang, menunduk bersembunyi di balik drum besar. 'Untuk apa drum besar di gudang tekstil?' batinku. “Semuanya ikut Arah ku, aku akan masuk lebih awal, kalian alihkan mode nada dering kalian ke mode getar, jika ku rasa aman akan ku telfon kalian, oke?” Tameem memberi Arah dan berjalan duluan menuju pintu masuk, ia sangat mahir untuk hal-hal seperti ini. Lima belas menit kemudian hape kami bergetar, tanda keadaan aman, kami masuk lewat jalan yang tadi Tameem lewati, mengikuti Arah yang ia kirim via chat. “Ah, ini sangat seru” Aku mendeng...

Guru Ngaji Ryan ( Part 22 )

 Guru Ngaji Ryan ( Part 22 )


( Masa Lalu Dan Masa Depan )




Faisal sekali lagi membuang asap rokok. Ia tampak melihat ke langit seperti ingin menemukan jawaban. Beberapa hari terakhir ia sedang bertengkar dengan pacarnya yaitu rania. Rania bilang untuk jangan diganggu.


 Ketika faisal bilang alasannya selalu bilang gapapa. Sejujurnya Faisal rindu dengan kasih sayang rania yang dulu.


Tinnnn Tinnnn


“Anjinggg hati hati kalau jalan” kata Faisal kasar


Semua kekesalan tersebut membuat ia berlaku kasar. Tak apalah kan rania sudah tak lagi di sisinya. Dia bakal dicubit atau dimarahi kalau berbicara kasar.


Faisal akan mengajar ryan mengaji. Ia sedang otw sekarang. Tidak hanya rania, calon mertua juga membuatnya kepikiran. Apakah memang benar itu mertuanya?. Lantas bila benar kenapa melakukan perbuatan tak senonoh tersebut.


 Tak terasa faisal pun horny. Ia mengelus kontolnya yang masih bercelana sebab ia nafsu dengan tubuh calon mertuanya yang indah sedang dijilat jilat salah satu petinggi kampus.


“Astagfirullah mikir apa aku ini?”


“Aku ini harus hormat sama calon mertua. Aku kan sebentar lagi menikah”


Mobil akhirnya sampai ke rumah ryan. Ia membunyikan klakson. Ryan si kecil yang sudah pandai membukakan pagar.


“Kakk isall”


“Heyy jagoann ayoo belajar ngaji”


“Ayoo kakk udah ditunggu mama di dalam”


Sambil menggendong ryan. Ia lalu masuk dan duduk di ruang tamu. Sesaat kemudian, Faisal menganga tak percaya dengan yang ia lihat.


 Dina memang datang lengkap dengan jilban dan kaosnya. Tapi sesungguhnya malah menambah lekukan tubuhnya dengan aduhai. Faisal pun memangku ryan agar dapat menyembunyikan ke ngacengan nya


“Mas isall, ini minumnyaa” kata dina gemulai


“I-iyaa b-buu” kata faisal


Heran tidak biasanya ia gugup seperti ini di hadapan calon mertuanya. Biasanya ia adalah tipikal yang tenang dan berwibawa. Namun berakhir sudah, bila pemikiran sudah sangat bernafsu hilang sudah kewibawaan.


“Ayoo ryan segera ngaji, jangan manja ke kak ryan terus”


“Iyaa maa” kata ryan sambil turun dari gendongan


”), maa lihat titinya kak isal berdiri” kata ryan


Seketika suasana hening. Kepolosan ryan membuat faisal jadi serba salah. Dina juga melihat tonjolan menantunya dan mukanya jadi merah lalu segera kembali ke dapur.


 Sementara faisal hanya menutup muka karena malu


Bersambung 


Popular posts from this blog

Bokong Besar Mamaku Yang Menyejukan Jiwa ( Chapter 12 End )

Tetangga Kontrakan STW

Lendir Pesantren ( Part 3 )