Binalnya Istriku Dewi ( Part 32C )
- Get link
- X
- Other Apps
Binalnya Istriku Dewi Part 32
( Bagian Ke 3 )
Kami pun mengakhiri pertemuan kami sore itu dengan adanya sebuah kesepakatan.Tinggal aku izin ke Dendi dan bagaimana meyakinkan dia agar dia percaya si Luna tidak membohongi dia.
Malamnya aku menceritakan permintaan si David, tentu saja tidak mudah dapat izin dari suami saya, apalagi beberapa hari sebelumnya saya juga baru melacurkan diri ke si Rudi.
Tapi setelah menceritakan pertemuan dengan Luna diaulai percaya walau aku harus menghubungi si Luna agar meyakinkan suami aku.Setelah Luna membenarkan pertemuan kami dan juga kesepakatan kami akhirnya Dendi menyetujui yg saya minta.
Besoknya saya pun menyampaikan ke si David bahwa saya menyetujui permintaanya.
Si David tampak lega, dia memberi tahu kami berangkat hari Sabtu siang, dia akan menjemput saya ke rumah, karena hari Sabtu kebetulan libur, dia sempat bertanya gimana suami saya, saya bilang dia setuju karena ini tugas kantor dan menguntungkan, tentu saya berbohong ke si David, pemikiran si David suami saya tidak tahu sepenuhnya.
Hari Sabtu siang saya pun dijemput si David, Intan anak saya sempat merajuk pengen ikut.Si David memilih tinggal di mobil dia tidak mau menemui suami saya.
Saya pun berangkat bersama si David.
Di mobil si David mengajak saya ngobrol.
David:” Dewi, gimana suami kamu percaya kamu pergi karena ada urusan pekerjaan?
Saya:” ia dong, memang ini pekerjaan kan? Cuma ada plus-plusnya”
David:” Bisa aza kamu, syukurlah”
Saat ini kami sdh memasuki tol, oh ya pertemuannya di Jakarta, karena sekarang sdh mudah perjalanan bisa ditempuh tanpa waktu lama.
Saya:” jadi nanti jam berapa kita ketemuannya pak?
David:” mungkin jam 7-an, nanti di hotel x kita nginap, Mr Lee juga nginap di sana”
Saya:” oh, jadi namanya Mr Lee?
David:” ia, saya belum bilang ya”
Saya:” kamu yakin kuat nyetir sendiri pak? Saya agak khawatir kenapa dia tidak membawa supirnya.
David:” tenang udah biasa dekat koq jkt Bandung, lagian yg utama kita harus menjaga privasi kita”
Saya:” ia, betul juga”
David:” oh ya, saya lupa bilang, ini penting sekali, nanti kamu gak boleh berpenampilan begini”
Saat itu saya memakai hijab putih dan baju gamis panjang putih.
Saya:” maksudnya harus bagaimana? Saya sedikit bingung dg perkataan si David barusan.
David:” jadi gini, mudah-mudahan kamu gak keberatan, kamu harus berpenampilan seperti sekertaris pada umumnya, nanti kamu pakai blazer kemeja dan rok mini saya sdh belikan ada 3 tinggal kamu pilih mana yg paling suka”
Saya cukup terkejut mendengarnya, berarti saya harus lepas hijab.Saya merasa tertantang.
Saya:” oh, ya karena saya sdh ikut ya pasti saya siap”
David:” syukurlah, soalnya menyesuaikan dengan selera Mr Lee”
Saya:” ok lah” saya jadi penasaran seperti apa tampang si Mr Lee ini.
Si David tampak menggerakkan sebelah tangannya ke jok belakang berusaha menggapai sesuatu, lalu dia memberikan plastik warna putih ke saya.
Saya pun segera membukanya, ternyata isinya baju seperti yg di bilang si David.Saya memutuskan untuk mengecek nanti saja.
Kami pun sampai di Jakarta dan segera menuju sebuah hotel, kami pun check in, ternyata si David memesan sebuah kamar saja.
Saya:” pak, ini aman nanti?
Saya sedikit khawatir, David pun menangkap rasa khawatir saya.
David:” aman, aku sdh biasa di sini, gak diminta buku nikah kan tadi, kamu tenang saja sdh diatur”
Akhirnya kami pun masuk ke dalam kamar.
Ternyata kamarnya cukup luas dan ada dua beda, Sebenarnya satu beda pun tidak masalah, aku tidak keberatan tidur bareng si David tapi si David ini susah ditebak orangnya.
Saya pun memilih tiduran sejenak untuk melepaskan penat.Saya lihat si David pun tiduran di bed satunya.
David:” kita pesan makan saja dulu ya Wi?
Saya:” ia pak, kebetulan saya juga laper ini, lagian masih lama jam 7”
Saya lihat si David menelpon.Mungkin memesan makanan.
David:” ia, barusan si Lee wa saya dia juga blm datang”
Saya:” Mr Lee ini siapa sebenarnya pak?
David:” dia itu pengusaha, kebetulan salah satu perusahaanya adalah supplier kita, tapi kalau yg sekarang mau di deal kan lain lagi, kita mau kerja sama untuk ekspor barang perusahaan kita dan dia menjadi patner kita”
Saya:” oh..” entah lah saya tidak paham dan tidak terlalu perduli.
Saya:” kata orang-orang Pak David punya saham juga ya di perusahaan?
David:” ia, owner-nya teman kuliah saya dulu”
Saya:” oh masih muda ya berarti, kenalin dong siapa tahu ada job”
David:” seumuran saya lah, ini perusahaan bapaknya, bisa kapan-kapan kalau dia ada ke kantor, karena dia gak punya jabatan struktural di perusahaan, dia paling sesekali datang kalau ada acara khusus seperti ulang tahun perusahaan atau ada acara penting lainnya.
Ternyata makan sdh datang, pintu di ketuk dari luar, si David segera mengambil makanan yg ternyata pizza.
David:” saya tadi pesan makan suruh antar ke sini males turun makan di restorannya”
Saya:” ia, maksud saya juga memang pesan kaya gini, males kalau harus turun”
Kami pun menyantap makanan tersebut.
Setelah makan saya pun memilih duduk di sofa sambil menonton tv, sementara saya lihat si David sibuk dengan hpnya.
Tak terasa sdh pukul 5, kami pun segera bersiap.
Saya pun bergantian mandi dengan si David.
Saya mandi terlebih dahulu baru kemudian si David.
David:” Koq masih pakai baju begitu? Tanya si David kepada saya karena saya masih memakai baju gamis.
Saya:” Hehe, ia bingung kira-kira pilih yang mana ya ada 3?
David:” Yang mana saja yang penting pas, tidak kebesaran tidak kekecilan”
Saya pun kembali melihat-lihat pakaian yang dibelikan sidavid, saya gak terlalu yakin, roknya bukan Cuma mini tapi sangat pendek. Akhirnya saya putuskan untuk memilih kemeja putih, rok putih dan blazer pink kombinasi kotak-kotak pink dan putih. Saya pun melepas baju gamis dan jilbab saja, rambut saya jepit, mata si David menatap saya dengan tajam.
Akhirnya selesai juga, semua sudah saya kenakan, ukuran di badan pas alias muat tapi sedikit terlalu pendek, kemejanya pun sedikit ngatung, dengan susah payah saya masukan ke dalam rok mininya yang sangat pendek, sangat aneh saya yang biasa berpakaian tertutup memakai pakaian demikian, tapi kuharap dengan berpakaian begini gak aka nada yang kenal saya.
Saya lihat David mengacungkan jempol kanannya.Saya mencoba berjalan maju mundur untuk membiasakan diri dengan pakaian yang saya pakai, rok yang saya pakai begitu pendek dan masih ada belahannya hampir ke pangkal paha, gila si David ini, kebetulan tiga rok yang ida beli modelnya sama hanya warna yang berbeda.
Saya yakin kalau duduk cangcut saya pasti kelihatan, akan sangat sulit untuk menyembunyikannya. Sudah gitu begitu kelihatan nyeplak banget, tapi biar berwarna putih rok yg saya kenakan cukup tebal.Saya saya lupa tidak bawa g-string.
Saya:” Gimana Pak?
David:” Sexy banget bu Dewi mantap, saya sampai tidak kenal, apalagi sekarang make up bu Dewi tebal banget, pangling saya” ucap si David sambil mengangkat kedua jempolnya.
Saya:” Baguslah kalau gitu, gak bakal ada yang kenal saya Pak”
Saya lihat baru jam 6, masih ada waktu satu jam.
Saya:” Kita nunggu di sini saja pak, sampai orang datang ya”
David:” Ok, kita turun nanti jam 7 kurang bu, rencannya kita makan malam dulu, terus kita membahas dealnya di lobi, paling tinggal tanda tangan doang”
Saya:” Oh Ok. Sambil duduk di sofa sedikit miring.Biarpun sudah miring saya yakin orang masih bisa mengintip, paha saya terekpos dengan leluasa.
David mendatangi saya dan duduk di sebelah saya, dia juga sdh rapi dengan setelan jas.
David:” Apa perlu saya pesankan makanan?
Saya:” Nanti saja pak, tanggung”
David:” Boeh saya photo ibu?
Saya:” Buat apa?
David:” Mau saya kirim ke Mr Lee”
Saya:”Oh Ok” saya pun sedikit berpose dan mengangkangkan kaki saya, si David memotret saya dari depan.
Saya:” Mana Pak Liat”
Si david pun menyodorkan ponselnya kepada saya.
David:” bagus kan, kelihatan cangcutnya bu Dewi hehe, warna hitam”
Saya:” Ia, apalagi saya ngangkang, biar duduk rapat juga cangcut saya pasti kelihatan, pendek sekali roknya hehe”
David:” Saya kirim ya”
Saya hanya menangguk saja.
David:” Eh langsung di balas, katanya di on the way, sambil kasih tanda jempol besar-besar ini”
Saya hanya mesem saja.Tiba-tiba terlintas sesuatu di kepala saya.
Saya pun segera bangkit dari sofa dan jongkok di depan si David, tangan saya segera bergerak membuka resleting celana dia. Si David sedikit kaget tapi membiarkan resletingnya saya buka.
Saya:” Pemanasan dulu pak” saya pun memasukan tangan saya ke dalam celana si David, lalu mengeluarkan kontolnya dari sempak si David. Astaga apa kata si Luna memang bener, kontol si David masih tidur saja sdh gede banget, aku rasa kalau tegang maksimal pasti lebih gede dari kontolnya Pak Bob.
Saya pun mulai mengocoknya perlahan, sambil mata saya menatap wajah si David, memang ganteng ini orang bikin saya bernafsu.
Saya pun menjulurkan lidah saya menjilati batang kontol si David dari atas ke bawah…
Saya:” Luna pernah jilatin kontol kamu tidak? Saya sengaja tidak memanggilnya lagi dengan panggilan pak
David:”Su…sudah pernah”
Saya:” Selain Luna?
David:” Cuma istri saya saja”
Wah aku rasa dia jujur, satu informasi bisa aku gali dan bagi ke si Luna.
Aku pun tak sabar segera kumasukan kontolnya yang seketika sdh keras, tidak muat semua ternyata di mulut saya, masih banyak yang tersisa, berarti panjangnya pun melebihi kontol suami saya yang saya rasa kontolnya paling panjang.
Saya pun mulai mengeluar masukan kontol si David di mulut saya, kadang saya ludahi banyak-banyak.
Saya:” Gemuk dan item kontol kamu, gede banget”
David tidak menjawab hanya merem melek, tapi saya yakin dia banga dengan ucapan saya.
Saya:” Nanti kamu ikut ngentotin saya kan gak Cuma si Mr Lee”
David:” Ia…” jawabnya pendek.
Good news, itu yang gue harepin, saya tidak sabar merasakan kontol gedenya.
Saya:” kamu ini ada keturunan arab ya?
David:” Dari kakek aku, bapaknya bapak aku asli orang Arab”
Saya:” Pantes kanjutna gede banget hehe”
Saya pun kembali melumat kontol si David, kontolnya terasa makin keras.Saya pun terus mengeluarkan kemapuan terbaik saya untuk membuat bucat pejunya. Akhirnya setelah berusaha keras, si David berusaha menekan kontolnya lebih dalam ke mulut saya dan saya merasakan semprotan pejunya, saya pun berusaha menahan di mulut saya karena kalau saya cabut takut kena ke mana-mana.
Beberapa kali kontolnya masih berkedut dan setelah berhenti saya pun segera mencabutnya, pejunya masih banyak tersisa di mulut saya, begitu kental sedang beberapa sudah tertelan.Saya pun menelan semuanya dan membuka mulut saya menunjukan ke Si David bahwa pejunya sdh habis saya telan.
Saya pun melihat jam tangan saya sdh pukul setengah 7 lebih.
Saya pun kembali duduk di sebelah si David.
Saya:” Enak?
David:” Enak banget sepongan kamu Wi”
Saya:” Enak mana sama sepongan Luna?
David:” Enakkan kamu lah, masih jauh…”
Saya:” Kalau sama istrimu…?
David:” Apalagi sama istriku…”
Bersambung
- Get link
- X
- Other Apps