Posts

Bagian 5: Temukan Kebenaran 2

Bagian 5: Temukan Kebenaran 2 “Ab, tunggu aku!!” “Pelan-pelan saja memutar” "Hei, Surga!! Apa yang kau kenakan?" Semua pandang ke arahku. Aku tersenyum, menurunkan kacamata hitamku. Tameem menenangkan “Kita tidak sedang bermain mata-mata Heaven” “Oww, gaya itu cocok untukmu!!” Daisy memberi dua jempolnya untukku. “Dasar bocah-bocah aneh” Ab bersinar. Setelah sekitar sepuluh menit berjalan mengendap-ngendap kami sampai di pintu belakang gudang, menunduk bersembunyi di balik drum besar. 'Untuk apa drum besar di gudang tekstil?' batinku. “Semuanya ikut Arah ku, aku akan masuk lebih awal, kalian alihkan mode nada dering kalian ke mode getar, jika ku rasa aman akan ku telfon kalian, oke?” Tameem memberi Arah dan berjalan duluan menuju pintu masuk, ia sangat mahir untuk hal-hal seperti ini. Lima belas menit kemudian hape kami bergetar, tanda keadaan aman, kami masuk lewat jalan yang tadi Tameem lewati, mengikuti Arah yang ia kirim via chat. “Ah, ini sangat seru” Aku mendeng...

Cinta Yang Liar ( Part 75 )

Cinta Yang Liar Part 75   Semenjak kedatanganku dirumah ini aku merasa seperti hidup dengan pasangan sehidup sematiku. Walau sampai sekarang aku merasakan ada yang aneh dengan dian, entah apa itu. ah, tapi masa bodohlah sekarang aku bersamanya, dan harus aku selesaikan semuanya dengan cepat. Dari awal kebersamaanku dengannya, aku sudah tidak ingin jauh darinya. Selesai mandi aku makan bersama dian dengan alunan musik dari kotak musik hadiah dari ibu. senyum, canda bersamanya memang berbeda ketika aku harus bersama dengan yang lain. Aku ceritakan kenapa aku bisa mendapatkan kotak musik itu, dari awal aku menceritakan semuanya dengan sangat detil. Bagaimana aku bisa beraksi dengan koplak walau tidak lengkap, ditambah lagi kejadian dengan eri yang karena keceplosan akhirnya aku bercerita. beneran ndak ngapa-ngapain? ucap dian wajahnya tampak sekali cemburu beneran sayang, yakin ucapku iya, sayang percaya kok sama ayang muach… ucapnya sambil mengecup bibirku Melewati siang hari, aku le...

Cinta Yang Liar ( Part 74 )

  Cinta Yang Liar Part 74   anta, sebenarnya terpukul ketika dia diharuskan menjauh. Dia bernasib sama denganku yang dihajar oleh body guard perempuan yang kami cintai. Tapi selang beberapa hari, rani menelepon anta dan menjelaskan semuanya. Dan rani kemudian menyuruh anta agar bersikap biasa-biasa saja, rani cinta anta, ar. Anta bercerita kepadaku mengenai rani yang diselamatkan seseorang tapi dia tik tahu siapa orang itu, dan malam ini aku tahu bahwa itu kamu ar aku akan pulang kampung seperti halnya anta, aku dan anta sadar kalau ada bahaya dibelakang kedua perempuan yang kami cintai. Anta hanya mendapat informasi dari rani agar menunggu kabar selanjutnya jika situasi amaUcap rino begitu saja, kamu pulang kampung saja, pura-pura patah hati ucap wongso iiih jangan patah hati sama dira saja gimana? Hi hi hi ucap dira hee dira nganggur tuh ucap dewo oh lha gondes, ojo ndul! (oh lha gondes, jangan ndul) ucap anton iiih anton nyebelin deh, lumayan tuh kelihatanya barangnya gedhe...

Cinta Yang Liar ( Part 73 )

Cinta Yang Liar Part 73   Disebuah taksi yang berada tidak jauh dari tempat dira sedang merayu lelaki-lelaki itu. Lima orang yang berada di taksi sedang mendengarkan dari mikrophone mereka. Anton, penyusun rencana ini sudah duduk manis di jok depan, arya dan wongso juga telah duduk di jok belakang. Sedangkan dewo, dengan membuka sedikit pintu bagasi mobil dia merokok sambil mendengarkan cerita panas dari dira. pinter dira, siiipz, 13 orang berarti didalam ada 11 orang ucap anton tapi cara dia merayu bikin konak saja bro, pengen ngocok jadinya ucap dewo ingat dewi wo! Tapi mantab benar itu dira, gimana kalau kita beri dia jatah saja untuk meladeni mas-masnya itu ucap wongso edan… tapi kalau dira keblabasan, ndak papa juga ucap arya memangnya apa yang dilakukan dira mas? ucap pak wan kepada anton he he he… anak muda pak jawab anton ************************************ eh jangan mbak, barang bagus gini kok kita dapat sisa. Apalagi ini pepayanya kelihatannya sekel banget? ucap lelaki 1...

Popular posts from this blog

Tetangga Kontrakan STW

Bokong Besar Mamaku Yang Menyejukan Jiwa ( Chapter 12 End )

Lendir Pesantren ( Part 3 )